Kominfo Jatim Bangun Ekosistem Digital Ramah Anak Lewat KOPILABORASI

banner 468x60

Surabaya, Gantaranews.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong pembangunan ekonomi digital ramah anak sebagai upaya mewujudkan ekosistem digital yang sehat, positif, dan melindungi tumbuh kembang anak. Langkah ini ditandai melalui kegiatan KOPILABORASI, yang menjadi pembuka rangkaian Festival Mbois Malang di Kota Malang, Sabtu (22/8/2026).

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan bahwa pelindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui Perisai Anak. Program ini dibangun di atas lima pilar Utama, yaitu regulasi, literasi, sistem informasi, kolaborasi, serta monitoring dan evaluasi.

“Untuk tiga pilar yaitu regulasi, literasi, dan sistem informasi, merupakan fondasi awal dalam membangun pelindungan anak di ruang digital. Selanjutnya, upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama lintas pihak serta pemantauan secara berkelanjutan,” ujarnya.

“Sedangkan untuk pilar keempat, yaitu kolaborasi, kami akan berkolaborasi dengan Bapak Ibu sekalian sebagai bentuk kerja sama, bagaimana kemudian kita bisa melindungi anak-anak kita di dunia digital. Kemudian dilanjutkan monitoring dan evaluasi,” tambah Sherlita.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu, CEO Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, David Santoso K.R, juga menyinggung tentang optimalisasi ekonomi kreatif berbasis digital yang ramah anak. Pembahasan menyoroti potensi anak dan generasi muda untuk berkembang sebagai kreator dan inovator sekaligus menjadi bagian dari industri ekonomi kreatif digital.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) secara produktif dengan tetap memperhatikan aspek keamanan serta perlindungan anak dalam penggunaannya.

Pranata Siaran Ahli Pertama TVRI Stasiun Jawa Timur, Arien Aninda, membahas inisiasi tayangan alternatif yang ramah anak di tengah perkembangan ruang digital. Materi tersebut menyoroti pentingnya menghadirkan konten yang edukatif, menarik, aman, serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai unsur ekosistem digital Jawa Timur, di antaranya BRI Malang Martadinata, AWS, AMSI, PWI, ASPIKOM, Forum Anak, Relawan TIK, KIM Malang Kota, KIM Kabupaten Malang, KIM Batu, Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi, dan Pandu Literasi. Siswa-siswi SMP di Malang bersama guru pendamping juga turut mengikuti rangkaian kegiatan.

Melalui KOPILABORASI, Dinas Kominfo Jatim mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, mitra internasional, komunitas, media, perguruan tinggi, dan generasi muda dalam membangun ekosistem digital Jawa Timur yang sehat, positif, produktif, dan ramah anak. (why)

Pos terkait