Resmikan Gallery “25 YEARS, ONE NEW HOME” Gagasan Lantekayu, Hadirkan 9 Arsitek Terkemuka Indonesia 

Oplus_131072
banner 468x60

Surabaya, gantaranews.id – 10 Februari 2026. Memasuki usia perak dalam industri material interior, Lantekayu secara resmi membuka show unit dan Experience Gallery terbarunya melalui perhelatan bertajuk “Lantekayu 25 Years, One New Home” di kawasan Citraland Surabaya. Mengusung konsep experience-driven retail, galeri ini hadir bukan sekadar sebagai ruang pamer konvensional, melainkan sebuah wadah interaksi hidup yang dirancang secara apik oleh Chrystalline Architects Jakarta. Dengan tema besar “Tropical Communal Space for Designer”, galeri ini sengaja diciptakan sebagai ruang multi-aktivitas yang dinamis, memfasilitasi pertemuan produktif antara desainer dengan klien maupun kolaborasi kreatif antar sesama desainer.

 

​Daya tarik utama dalam peresmian ini terletak pada eksibisi mini berkonsep pop-up space design yang menampilkan karya-karya dari sembilan arsitek terkurasi Indonesia. Alur narasi arsitektural di dalam galeri terasa begitu kaya melalui presentasi visual yang beragam, mulai dari eksplorasi Moos Cafe oleh Clifford dari Spasi Architect, konsep hunian The Vertical Oasis milik Yugo dari Archiplus, hingga desain sakral Gereja Sukamara karya Paulus Setyabudi. Pengunjung juga diajak menyelami kedalaman makna dalam Meditation Center Bromo karya Otto dari Otto Architecture, kehangatan House-HC milik Agung dari Agung Soejanto Architects, serta keanggunan Private Villa at Araya di Malang karya Hidajat dari Endramukti Design. Tak ketinggalan, inovasi ruang dari Enoch melalui Das Quadrat dengan SI0 House, nuansa kayu yang kental pada Woodtopia karya Erwin dari Erwin Architecture, hingga detail puitis Cartesian Lamp dari Hermawan Dasmanto, semuanya menyatu dalam harmoni estetika yang diabadikan secara apik oleh fotografer ternama, Mario Wibowo.

 

Bacaan Lainnya

​Ferry Rudianto Handoko, Founder & CEO Lantekayu, menegaskan bahwa galeri ini merupakan bentuk evolusi brand dalam merespons pasar yang semakin mengapresiasi kualitas hidup. Hal ini senada dengan pandangan Paulus Setyabudi yang menekankan pentingnya ruang kolaboratif bagi generasi baru.

 

“Yang muda-muda ini perlu wadah sebetulnya untuk kreativitasnya, bukan dalam bentuk arsitektur mungkin dalam bentuk yang lain juga, yang berkaitan dengan hal-hal seni. Dan di tempat ini, walaupun tidak besar tapi bisa menampung misalnya arsitek atau pelaku-pelaku seni, misalnya lukisan dan sebagainya. Saya kira tempat ini sangat cozy,” ungkap Paulus.

 

​Di sisi lain, Hidajat Endramukti turut membagikan filosofi di balik karyanya yang dipamerkan.

“Untuk acara ini, kita menempatkan satu maket, salah satu karya kita yang lagi dibangun, sebuah villa kecil di Araya Malang. Desainnya sangat sederhana dengan sedikit style Art Deco, dengan pemandangan langsung ke Gunung Kawi,” jelas Hidajat.

 

Kehadiran Daniel Mananta pun semakin menambah semarak suasana, di mana ia berbagi perspektif mengenai pentingnya detail material dalam membangun hunian yang autentik dan mencerminkan karakter pemiliknya.

 

​Kemeriahan acara juga diperkuat dengan dukungan global dari tim Reynaers Aluminium Belgia yang hadir menyokong Eurotekno sebagai sister brand dari Lantekayu. Sinergi ini, ditambah dengan aktivitas interaktif bersama Blue Doors, kian mengukuhkan posisi Lantekayu sebagai titik temu strategis bagi para profesional untuk bereksplorasi dan melahirkan inovasi hunian yang lebih berkualitas di masa depan. (Ri)

Pos terkait