Kafilah Jatim Ikuti Malam Ta’aruf MTQ VIII Korpri Nasional 2026 di Makassar

banner 468x60

Kafilah Jawa Timur diwakili Wakil Ketua II Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno, dan Wakil Ketua III Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Timur, M Jazuli. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WITA dan menjadi momentum penyambutan sekaligus ramah tamah seluruh kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Surabaya, Gantaranews.id –  Kafilah Jawa Timur mengikuti Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Aula Astacita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Minggu (23/8/2026) malam.

Kafilah Jawa Timur diwakili Wakil Ketua II Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno, dan Wakil Ketua III Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Timur, M Jazuli. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WITA dan menjadi momentum penyambutan sekaligus ramah tamah seluruh kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Malam Ta’aruf berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta dan official dari berbagai provinsi, kementerian, serta lembaga berkesempatan mempererat silaturahmi sebelum mengikuti rangkaian perlombaan MTQ VIII Korpri Nasional 2026.

Bacaan Lainnya

MTQ VIII Korpri Nasional tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah. Sebanyak 1.173 peserta dari 38 provinsi serta 77 kementerian dan lembaga dijadwalkan ambil bagian. Mereka akan didampingi sebanyak 465 official dari masing-masing kafilah.

Ketua Umum DPN Korpri, Prof. Zudan Arif Fakhrullah, mengatakan jumlah peserta MTQ Korpri terus mengalami peningkatan sejak pertama kali diselenggarakan. Pada penyelenggaraan perdana, hanya terdapat 33 kafilah, sedangkan tahun ini jumlah peserta menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan MTQ Korpri.

“Ini adalah MTQ terakhir bagi kami pengurus Korpri saat ini karena kepengurusan kami akan selesai,” ujar Zudan dalam sambutannya pada Malam Ta’aruf.

Menurutnya, MTQ Korpri tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi sarana memperkuat budaya Qurani di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Mari membumikan nilai-nilai Al Quran di kalangan ASN. Al Qur’an harus dibaca, dihidupkan dan diamalkan,” tegasnya.

Zudan juga mengingatkan agar nilai-nilai Al Quran tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari. Ia mengibaratkan ketepatan membaca Al Quran dengan profesionalisme seorang aparatur.

“Bekerjalah dengan presisi, sama dengan bacaan. Tajwid dan makhrojul huruf-nya presisi,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa MTQ Korpri bukan semata tentang prestasi di atas panggung, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Al Quran diwujudkan dalam integritas, profesionalisme, kedisiplinan, dan pengabdian ASN kepada masyarakat.

Kehadiran perwakilan KORPRI Jawa Timur dalam Malam Ta’aruf sekaligus menandai kesiapan Kafilah Jatim mengikuti seluruh rangkaian MTQ VIII Korpri Nasional 2026. Dengan semangat kebersamaan dan membawa nama Jawa Timur, kafilah diharapkan mampu memberikan prestasi terbaik sekaligus menjaga nilai sportivitas dan ukhuwah selama pelaksanaan MTQ. (why)

Pos terkait